Senin, 13 Juni 2011

Tes Protein Serum


TUJUAN
·         untuk melihat defisiensi protein, penyakit hati, ginjal, gastrointestinal atau pada keganasan
Metode : Biuret
Prinsip :
Dalam larutan alkali ikatan peptide dari protein akan bereaksi dengan ion Cupri membentuk kompleks protein – biuret berwarna ungu. Intensitas warna yang terjadi sesuai dengan konsentrasi protein.
Persamaan reaksi
Protein + Cu2+           OH                   Kompleks protein Cu-+ (ungu)
Alat dan Bahan
·         alat
o   Fotometer 4010
o   tabung reaksi 5 ml (3 tabung )
o   Mikropipet 1000 ul, 20 ul
·         bahan
o   serum
o   standar protein, reagen protein
Cara kerja
1.    Pra Analitik
·         Persiapan pasien
o Tidak perlu persiapan khusus
o Hindari mengkonsumsi obat yang dapat menurunkan protein seperti laksansia, rifampisin, pirazinamid, dekstran dan estrogen
·         Persiapan sampel
o Hindari hemolisis dan permakaian tourniquet yang lama
2.    Analitik
·         Cara kerja

blanko
standar
sampel
Standar
-
20ul
-
sampel
-
-
20 ul
reagen
1000 ul
1000 ul
1000 ul
campur masing- masing isi tabung dan inkubasi selama 10 menit pada suhu ruangan, panjang gelombang 546 nm
·         Nilai rujukan :
umur
hasil ( gr/dl )
Dewasa
6,6 – 8,7
Neonatus ( 1hr-4 mgg )
4,6 – 6,8
Bayi ( 2-12 bulan )
4,8 – 7,6
Anak ( > 12 bulan )
6,0 – 8,0

pada manual :
bayi
4,6 – 7,0 g/dl atau 46- 70 g/l
anak 3 tahun sampai dewasa
6,6 – 8,7 g/dl atau 66 – 87 g/l

3.    Pasca analitik
·         interpretasi hasil
o total protein meningkat pada :
Ø  inflamasi kronik misalnya arthritis
Ø  dehidrasi
Ø  DM asidosis ( diabetes mellitus asidosis )
Ø  makroglobulinemia
Ø  leukemia monositik
Ø  multiple meiloma
Ø  sarkoidosis

o total protein menurun pada :
Ø  gangguan hati
Ø  malabsorbsi
Ø  malnutrisi
Ø  nefrosis
Ø  terbakar
Ø  DM
Ø  toksemia gravidarum
Ø  glomerulonefritis kronik
Ø  shok berat

1 komentar:

  1. Ini referensinya dari buku atau jurnal ap?
    mohon infonya

    BalasHapus