Senin, 13 Juni 2011

Laju Reaksi

Laju reaksi atau kecepatan reaksi menyatakan banyaknya reaksi yang berlangsung per satuan waktu. Laju reaksi menyatakan konsentrasi zat terlarut dalam reaksi yang dihasilkan tiap detik reaksi.

Faktor yang mempengaruhi laju reaksi

Laju reaksi dipengaruhi oleh beberapa faktor, antara lain:

 Luas permukaan sentuh

Luas permukaan sentuh memiliki peranan yang sangat penting dalam banyak, sehingga menyebabkan laju reaksi semakin cepat. Begitu juga, apabila semakin kecil luas permukaan bidang sentuh, maka semakin kecil tumbukan yang terjadi antar partikel, sehingga laju reaksi pun semakin kecil. Karakteristik kepingan yang direaksikan juga turut berpengaruh, yaitu semakin halus kepingan itu, maka semakin cepat waktu yang dibutuhkan untuk bereaksi ; sedangkan semakin kasar kepingan itu, maka semakin lama waktu yang dibutuhkan untuk bereaksi.

 Suhu

Suhu juga turut berperan dalam mempengaruhi laju reaksi. Apabila suhu pada suatu rekasi yang berlangusng dinaikkan, maka menyebabkan partikel semakin aktif bergerak, sehingga tumbukan yang terjadi semakin sering, menyebabkan laju reaksi semakin besar. Sebaliknya, apabila suhu diturunkan, maka partikel semakin tak aktif, sehingga laju reaksi semakin kecil.

 Katalis

Katalis adalah suatu zat yang mempercepat laju reaksi kimia pada suhu tertentu, tanpa mengalami perubahan atau terpakai oleh reaksi itu sendiri. Suatu katalis berperan dalam reaksi tapi bukan sebagai pereaksi ataupun produk. Katalis memungkinkan reaksi berlangsung lebih cepat atau memungkinkan reaksi pada suhu lebih rendah akibat perubahan yang dipicunya terhadap pereaksi. Katalis menyediakan suatu jalur pilihan dengan energi aktivasi yang lebih rendah. Katalis mengurangi energi yang dibutuhkan untuk berlangsungnya reaksi.
Katalis dapat dibedakan ke dalam dua golongan utama: katalis homogen dan katalis heterogen. Katalis heterogen adalah katalis yang ada dalam fase berbeda dengan pereaksi dalam reaksi yang dikatalisinya, sedangkan katalis homogen berada dalam fase yang sama. Satu contoh sederhana untuk katalisis heterogen yaitu bahwa katalis menyediakan suatu permukaan di mana pereaksi-pereaksi (atau substrat) untuk sementara terjerat. Ikatan dalam substrat-substrat menjadi lemah sedemikian sehingga memadai terbentuknya produk baru. Ikatan atara produk dan katalis lebih lemah, sehingga akhirnya terlepas.
Katalis homogen umumnya bereaksi dengan satu atau lebih pereaksi untuk membentuk suatu perantarakimia yang selanjutnya bereaksi membentuk produk akhir reaksi, dalam suatu proses yang memulihkan katalisnya. Berikut ini merupakan skema umum reaksi katalitik, di mana C melambangkan katalisnya:

         A + C → AC (1) 
         B + AC → AB + C (2) 

Meskipun katalis (C) termakan oleh reaksi 1, namun selanjutnya dihasilkan kembali oleh reaksi 2, sehingga untuk reaksi keseluruhannya menjadi :

         A + B + C → AB + C 

Beberapa katalis yang pernah dikembangkan antara lain berupa katalis Ziegler-Natta yang digunakan untuk produksi masal polietilen dan polipropilen. Reaksi katalitis yang paling dikenal adalah proses Haber, yaitu sintesis amoniak menggunakan besi biasa sebagai katalis. Konverter katalitik yang dapat menghancurkan produk emisi kendaraan yang paling sulit diatasi, terbuat dari platina dan rodium.

 Molaritas

Molaritas adalah banyaknya mol zat terlarut tiap satuan volum zat pelarut. Hubungannya dengan laju reaksi adalah bahwa semakin besar molaritas suatu zat, maka semakin cepat suatu reaksi berlangsung. Dengan demikian pada molaritas yang rendah suatu reaksi akan berjalan lebih lambat daripada molaritas yang tinggi. Hubungan antara laju reaksi dengan molaritas adalah:
         V = k [A]m [B]n
dengan:
  • V = Laju reaksi
  • k = Konstanta kecepatan reaksi
  • m = Orde reaksi zat A
  • n = Orde reaksi zat B

Konsentrasi

Karena persamaan laju reaksi didefinisikan dalam bentuk konsentrsi reaktan maka dengan naiknya konsentrasi maka naik pula kecepatan reaksinya. Artinya semakin tinggi konsentrasi maka semakin banyak molekul reaktan yang tersedia denngan demikian kemungkinan bertumbukan akan semakin banyak juga sehingga kecepatan reaksi meningkat.

Pestisida


Golongan organofosfat dan karbamat
Pestisida mencakup bahan-bahan racun yang digunakan untuk membunuh jasad hidup yang mengganggu tumbuhan, ternak dan sebagainya yang diusahakan manusia untuk kesejahteraan hidupnya.Pest berarti hama, sedangkancide berarti membunuh.
Dalam praktek, pestisida digunakan bersama-sama dengan bahan lain misalnya dicampur minyak untuk melarutkannya, air pengencer, tepung untuk mempermudah dalam pengenceran atau penyebaran dan penyemprotannya, bubuk yang dicampur sebagai pengencer (dalam formulasidust), atraktan (misalnya bahan feromon) untuk pengumpan, bahan yang bersifat sinergis untuk penambah daya racun, dsb.
Penggolongan pestisida menurut jasad sasaran
·         .Insektisida, racun serangga (insekta)

·         Fungisida, racun cendawan / jamur

·         Herbisida, racun gulma / tumbuhan pengganggu

·         Akarisida, racun tungau dan caplak (Acarina)

·         Rodentisida, racun binatang pengerat (tikus dsb.)

·         Nematisida, racun nematoda,

Penggolongan menurut asal dan sifat kimia
1. Sintetik
1.1. Anorganik : garam-garam beracun seperti arsenat, flourida, tembaga sulfat dan garam merkuri.
1.2. Organik :
1.2.1. Organo khlorin : DDT, BHC, Chlordane, Endrin dll.
1.2.2. Heterosiklik : Kepone, mirex dll.
1.2.3. Organofosfat :
malation, diazinon, diklorfos, fenitrotion mevinfos, baygon, basudin, biothion dll.
1.2.4. Karbamat : Furadan, Sevin dll.
1.2.5. Dinitrofenol : Dinex dll.
1.2.6. Thiosianat : lethane dll.1.2.7. Sulfonat, sulfida, sulfon.
1.2.8. Lain-lain : methylbromida dll.

2. Hasil alam : Nikotinoida, Piretroida, Rotenoida dll.

Pestisida golongan organofosfat

Ø  Abate, termofos
Ø  2,4-Dichlorphenoxyacetic acid
Ø  Diazinon
Ø  Diklorfos
Ø  Malathion
Ø  Parathion
Ø  Profenofos
Ø  Salition
Ø  Sulfotep
Ø  Sulprofos
Ø  Systox
Ø  TEPP (Tetraetil pirofosfat) Terbuphos
Ø  Tiometon
Ø  Triazofos
Ø  Triklorfon
Sumber : Dreisbach, R.H. (1983) xvii

Golongan Organofosfat

1.malation

            Kelompok malation antara lain : dechlofos (DDVP atau Vapona), demetoate (cygon), naled, (dibrom), trichorfon (diprerex).
            Nama kimia malation adalah (dimethoxyphosphinothioylthio) butanedioic acid diethyl ester. Formula molekul maltion adalah C 10 H 19 O 6 PS 2, dengan masa molekul sebesar 330,358021. Malation berupa liquid, tdak berwarna dnegan titik didih 156-157 oC pada 7 mmHg. Produk tehnis berwarna coklat dan berbau sepeti bawang putih. Maltion sangat halus dan kelarutan dalam air sangat rendah (145 pp). Malation terhidarolisis pada pH 5 atau 8 dan terurai pada suhu yang tinggi.

 

2.Baygon
            Merek pestisida produksi S. C. Johnson & Son. Kegunaannya adalah sebagai pembasmi dan pengendali hama rumah tangga seperti nyamuk, kecoa, lipan, dan semut. Merek ini sangat populer di Indonesia sehingga sudah menjadi nama generik bagi produk sejenis. Baygon mengandung 2 racun utama yaitu Propoxur dan transfluthrin. Propoxur adalah senyawa karbamat (senyawa antaranya, MIC

3. Diazinon
Nama kimia :  (O, O-dietil-O-(2-isopropyl-6-methyl-pirimidin-4-il) phosphorothioate)
Rumus molekul: C 12 H 21 N 2 O 3 PS
Diazinon yang banyak digunakan selama 1970-an dan awal 1980-an untuk penggunaan berkebun tujuan umum dan pengendalian hama dalam ruangan. Digunakan untuk mengendalikan kecoa , gegat , semut , dan kutu di perumahan, bangunan non-makanan.
Penggunaan : insektisida spectrum digunakan dalam berbagai macam tanaman termasuk pohon buah jeruk, zaiun, pisang, nanas, sayuran, kentang, tebu, kopi, kakao, the, tembakau, beras, sorgum, kapas dll. Perawatan benih untuk jagung dan untuk control frit lalat.
4.Diklorfos
Nama dagang : PRO VAP 200 EC ( OBAT FOGGING NYAMUK DAN SERANGGA seperti hit,)
5.Basudin ®
 adalah organofosfat sistemik non-insektisida
Rumus molekul: C12H21N2O3PS
Nama dagang :  Basudin ®

6.BIOTHION 200 EC

Nama Produk: Biothion 6-e insektisida

Nama kimia/bahan aktif : Chevron 100 neutral oil Chevron 100 minyak netral

7. Temephos

Sinonim dan nama dagang: Abate®; Temefos; O,O,O'O'-Tetramethyl O,O'-thiodi-p-phenylene phosphorothioate
Formula S[C6H4OP(S)(OCH3)2]2
 Bahan Aktif : triazofos 200 g/l
Insektisida racun kontak dan racun lambung berbentuk pekatan berwarna coklat tua yang dapat diemulsikan untuk mengendalikan ulat grayak Spodoptera exigua pada tanaman bawang merah dan ulat grayak Spodoptera litura pada tanaman cabai merah.
8. Parathion
Nama lain :parathion-etil atau parathion dietil, E605
Nama iupac : O, O-diethyl-O-4-nitro-phenylthiophosphate
Rumus molekul : C 10 H 14 NO 5 PS C 10 H 14 NO 5 PS
Massa molar : 291,3 g / mol
Nama dagang : Bladan M, Metaphos, ME605, dan E601.
Aplikasi : Sebagai pestisida, parathion umumnya digunakan dengan cara penyemprotan. Hal ini sering digunakan untuk kapas, beras dan buah pohon. Konsentrasi biasa solusi siap digunakan adalah 0,05-0,1%. kimia ini dilarang untuk digunakan pada tanaman pangan banyak.



9. Triazofos
Gambaran umum : Kekuningan minyak. Digunakan untuk mengendalikan serangga, tungau, dan nematoda. Tidak terdaftar sebagai pestisida di Amerika Serikat (EPA, 1998).

Formula molekul: C12H16N3O3PS C12H16N3O3PS

Nama kimia
  1-fenil-1 ,2,4-TRIAZOLYL-3-(O, O-dietil THIONOPHOSPHATE)
  1-PHENYL-3-(O,O-DIETHYL THIONOPHOSPHORYL)-1,2,4-TRIAZOLE 1-fenil-3-(O, O-dietil THIONOPHOSPHORYL) -1,2,4-TRIAZOLE
  1H-1 ,2,4-TRIAZOL-3-OL, 1-fenil-, O-ESTER DENGAN O, O-dietil PHOSPHOROTHIOATE
 HOE 2960
 HOE 2960 OJ
  HOSTATHION
  HOSTATION
  O, O-dietil O-(1-fenil-1H-1 ,2,4-TRIAZOL-3-YL) PHOSPHOROTHIOATE
  PHOSPHOROTHIOIC ACID, O, O-dietil O-(1-fenil-1 ,2,4-TRIAZOLYL) ESTER
  Triazofos


10. Tiometon
Insektisida efektif terhadap serangga mengisap seperti kutu daun, pengisap dan thrips
Rumus molekul: C6H15O2PS3
Nama IUPAC : S-2-ethylthioethyl O,O-dimethyl phosphorodithioate


11. Dementon
Sinonim dan nama perdagangan : O-O-Diethyl-O(and S)-2-(ethylthio)ethyl phosphorothioate mixture, Systox®
Formula: (C2H5O)2PSOC2H4SC2H5


12. Sulprofos
Sinonim & Nama Perdagangan : Bolstar®, O-Ethyl O-(4-methylthio)phenyl S-propylphosphorodithioate Bolstar ®, O-Ethyl O-(4-methylthio) fenil S-propylphosphorodithioate
Rumus  :C 12 H 19 O 2 PS 3 C 12 H 19 O 2 PS 3




13. Profenofos
Nama kimia : Profenofos
Nama kimia lain : O-(4-Bromo-2-klorofenil) phosphorothioate S-propil O-etil, asam Phosphorothioic, O-(4-bromo-2-klorofenil) S-propyl ester O-etil, Phosphorothioic asam, O-(4-Bromo-2-klorofenil)-O-etil-S-propyl ester, Polycron, profenofos, profenofos, profenofos (ANSI), profenofos (Curacron), Profenophos, Selecron, Gunakan kode tidak. 111401 111401.

Rumus molekul: C 11 H 15 BrClO 3 PS

Penggunaan: Ini adalah organofosfat luas spektrum insektisida dan acaricide digunakan secara luas untuk keperluan pertanian dan rumah tangga.  Hal ini dapat mencegah kapas dan sayuran dari tungau dan serangga berbahaya lainnya.



14. Asefat
Rumus molekul: C 4 H 10 NO PS 3

Penggunaan: Hal ini digunakan terutama untuk mengendalikan kutu daun , termasuk spesies tahan, dalam sayuran (misalnya kentang, wortel, tomat rumah kaca, dan selada) dan hortikultura (misalnya pada mawar dan rumah kaca hias). Ini juga mengontrol penambang daun , ulat , sawflies dan thrips di tanaman lain sebelumnya serta gambut , dan kehutanan .

Synonyms & Trade Names :Dichlorophenoxyacetic acid; 2,4-Dichlorophenoxyacetic acid

Nama lain : 2,4-D ,hedonal, trinoxol

Rumus molekul : C 8 H 6 Cl 2 O 3 C 8 H 6 Cl 2 O 3



2,4-D adalah sintetik auksin (hormon tumbuhan), dan karena itu sering digunakan di laboratorium untuk penelitian tanaman dan sebagai suplemen dalam tanaman kultur sel media seperti media MS.



Golongan Karbamat

Insektisida dari golongan karbamat adalah racun saraf yang bekerja dengan cara menghambat kolinesterase (ChE). Jika pada golongan organofosfat hambatan tersebut bersifat irreversible (tidak dapat dipulihkan), pada karbamat hambatan tersebut bersifat reversible (dapat dipulihkan).

Beberapa jenis insektisida karbamat antara lain :

1.      Aldikarb,
 merupakan insektisida, akarisida, serta nematisida sistemik yang cepat diserap oleh akar dan ditransportasikan secara akropetal.
Nama IUPAC : 2-metil-2-(methylthio) propanal O-(N-methylcarbamoyl) oxime
Rumus molekul :C 7 H 14 N 2 O 2 S C 7 H 14 N 2 O 2 S


2.      Benfurakarb,
 merupakan insektisida sistemik yang bekerja sebagai racun kontak dan racun perut serta diaplikasikan terutama sebagai insektisida tanah.
Nama IUPAC : [2,3-dihidro-2 ,2-dimethylbenzofuran-7-yloxycarbonyl (metil) aminothio] - N-isopropyl-β-alaninate
Rumus molekul : C 20 H 30 N 2 O 5 S

3.      Karbaril,
 merupakan karbamat pertama yang sukses di pasaran. Karbaril bertindak sebagai racun perut dan racun kontak dengan sedikit sifat sistemik.
Nama lain : sevin, Sevin® 85 S
Nama IUPAC : 1-naphthyl methylcarbamate
Rumus molekul : C12H11NO2

4.      Fenobukarb (BPMC),
 merupakan insektisida non-sistemik dengan kerja sebagai racun kontak. Nama resmi insektisida ini adalah fenobukarb, tetapi di Indonesia lebih dikenal dengan BPMC yang merupakan singkatan dari nama kimianya, yaitu buthylphenylmethyl carbamate.
Nama dagang : Fenobucarb, Osbac, Bassa
Nama kimia : (2-butan-2-ylphenyl) N-methylcarbamate
Rumus molekul : C 12 H 17 NO 2 C 12 H 17 NO 2

5.      Metiokarb,
Nama umum lainya adalah merkaptodimetur. Insektisida ini digunakan sebagai racun kontak dan racun perut.
Rumus molekul : C 1 1 H 1 5 NO 2 S C 1 1 H 1 5 NO 2 S
Nama IUPAC : 4-methylthio-3-xylyl methylcarbamate ,5
Nama CAS : 3,5-dimetil-4-(methylthio) methylcarbamate fenil

6.      Propoksur,
merupakan insektisida yang bersifat non-sistemik dan bekerja sebagai racun kontak serta racun lambung yang memiliki efek knock down sangat baik dan residu yang panjang. Propoksur terutama digunakan sebagai insektisida rumah tangga (antara lain untuk mengendalikan nyamuk dan kecoa), kesehatan masyarakat, dan kesehatan hewan.

7.      Cadusafos
Tipe pestisida : Insecticide, Nematicide
Golongan : Organothiophosphate
Rumus kimia: C10H23O2PS2
massa molekul  270.39 (g mol-1)